Langsung ke konten utama

Unggulan

Review ‘Chatty Toritori’

Ini Animasi anak-anak yang diproduksi Crazybird Studio ( produksi animasi asal Korea Selatan ). Menceritakan kisah keseharian Toritori dan teman-teman hewannya, dia bisa berkomunikasi dengan hewan dan sering membantu para hewan dan keluarganya. Aku awal tau ini animasi karena tontonannya keponakanku, dia suka banget nonton ini animasi, dan aku ikutan nonton ini animasi yang rupanya bagus dan seru ditonton. Sebelum lanjut ke review, aku mau jelasin benerapa karakter di Chatty Toritori , dimulai dari pemeran utamanya yaitu Toritori. Toritori : Umurnya masih 5 tahun tapi dia multitalent banget. Seperti anak kecil pada umumnya, dia rasa ingin tau nya besar, selalu pengen lakuin hal-hal yang dia liat, terus dia suka ngebantu keluarganya ( jaga adeknya, belanja, jualan dan masak) dan merupakan anak yang pemberani serta suka menolong. Dia punya bakat yang diturunkan Bapaknya, yaitu menggambar dan juga bakat bisa berbicara dengan hewan yang rupanya diturunkan oleh neneknya yang seorang dokte...

✨ Guruku Hebat ✨



“Masalah disekolah itu jangan sampe keluar sekolah, ada guru sebagai orangtua mu disekolah, jadi harusnya kalian obrolin sama guru kalian disekolah dulu, jangan langsung sama orangtua kamu lapor”

.

.

Jadi ini hanyalah salah satu kekecewaanku kepada salah satu guru disekolahku dahulu.

Saat terjadi ada masalah, aku rasa solusi yang dia lakukan tidak menjadi penyelesaian masalah.

Dirundung?

Ayo ajak ketemuan antara si pelaku dan korban, ajak bermaaf-maaf’an dan memberi edukasi bullying itu tidak baik, si pelaku disuruh minta maaf, si korban disuruh memaafkan, selesai.

“Wajar, olok-olokan pada zaman ibu itu masih kecil sering banget, dan hal begitu itu lumrah, namanya anak-anak yaa, seusia kalian ya lagi dimasa-masanya itu, niatnya si A kan bercanda saja, kamu juga B, jangan terlalu sensitif” 

Pffftt?! Are u fucking serious mam?! Dia dilecehin secara verbal, hari-hari disekolah saat ketemu si pembully, dia selalu diganggu, dihina dan dimaki, sampe dia malas untuk berangkat sekolah, sekali dia speak up ke guru, malah dianggap ‘berlebihan’ dan hal seperti itu ‘Sudah Biasa’.

Apapun bentuk bullying itu tidak bisa dimaklumi Bu.

“Makanya, kalau dia gangguin, kamu diemin aja sampe capek sendiri, pasti juga lama-lama berenti sendiri.”

Mau sampe kapan ya diem? Sampe dia depresi? Tertekan? Kena mental? Namanya dibully ya lawan dan berani bicara dong bu, punya harga diri itu jangan mau diinjak-injak, apalagi udah sampe pelecehan secara verbal.

Dikata-katain diem aja gitu? Yang ada dimata si pembully, kita itu emang rendahan dan nerima-nerima aja digituin! 

Ibu tau apa yang terjadi setelah ibu suruh pelaku-korban bermaaf-maafan didepan ibu? Apa ibu ngira mereka langsung berbaikan, jadi teman baik? 

Ngga ada! Yang ada si korban makin diinjak-injak, dikatain anak lemah, tukang cepu, caper, dan mereka ngerasa si korban perlu lebih di ‘Ospek’ supaya mentalnya terlatih (iya! Dilatih untuk lebih bisa nerima bully’an mereka dan ga berani speak up lagi!)

Pembully : Lemah amat! Gitu doang ngadu! Perlu lebih dilatih nih biar ga mental kerupuk (setelah hari itu si pembully semakin menjadi-jadi ngebully si korban)

.

.

Kerjaa bagus bu!

Ibu hebat dehh dalam menyelesaikan masalah!! Horayyy!! Masalah selesaiii, sikorban tidak akan pernah berani untuk speak up lagi, ibu dengan berbangga hati dan angkuh menganggap yang ibu lakukan sudah benar karena tidak ada lagi anak-anak yang dirundung mengadu dan minta perlindungan pda guru.

“Wahh gilaa!! Keren banget gue, udah selesain masalah bullying disekolah gua nihh!! Cepat dan mudah banget yaa caranya, gua guru hebatt!!

Fuck you!

Sangat mengecewakan, ga pantes disebut orangtua kedua.

- Dari Murid mu 

Yang sering dirimu banggakan.

Komentar

Postingan Populer